Begitu dekat, begitu nyata

Telkomsel membangun negeri melalui inovasi selular.

Dunia tampaknya mulai gila, bukan?

Di saat dahulu sekali manusia tak pernah dapat mengenal maupun berbicara dengan penghuni pulau seberang,sekarang hubungan percintaan jarak jauh pun bisa terjadi bahkan antar negara asalkan dibantu dengan sarana komunikasi yang lancar. Semua kegilaan hasil rekayasa tangan ajaib para manusia berotak super cerdas ini bukanlah hal yang patut kita waspadai. Justru sebaliknya, untuk mereka yang menjadikan segala keperluan menjadi lebih mudah melalui telekomunikasi, jutaan terima kasih saya haturkan atas nama seluruh pengguna telepon, telepon genggam, email yang jumlahnya mencapai tak hingga.

Telepon genggam dan internet sudah menjadi kebutuhan pokok para manusia era modern ini, khususnya di Indonesia yang tercatat sebagai salah satu negara pengguna telepon genggam terbanyak di dunia. Tentunya, sarana telekomunikasi ini dibuat bukan tanpa hambatan ataupun tantangan. Awalnya, ide pada inovasi telepon genggam ini muncul di belahan benua amerika dan eropa sana. Ide ini diwujudkan pertama kali dalam bentuk komunikasi satu arah yang kemudian  didasarkan pada perkembangan radio berkembang pula menjadi komunikasi dua arah.  Teknologi komunikasi pada saat itu, dikenal sebagai “0 generation” dan masih memiliki banyak kelemahan, terutama dari segi jaringan yang sangat bergantung pada jarak antara dua alat. Seiring dengan berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kelemahan ini pun teratasi dengan munculnya 1st generation yang masih menggunakan sinyal analog, berganti dengan 2nd generation dengan sinyal digitalnya dan memungkinkan pengiriman pesan singkat (SMS) , sampai 3rd generation atau yang kita kenal sebagai 3G dengan jangkauan yang lebih luas, kemungkinan untuk melakukan video call, kemudahan koneksi cepat untuk menjelajahi dunia internet, dan menjadi inspirasi lahirnya teknologi 4G dan Long Term Evolution (LTE).

Hanya 3 dari banyaknya perusahaan seluler di Indonesia yang memiliki lisensi resmi untuk mengembangkan teknologi 3G ini, salah satunya adalah Telkomsel yang memiliki ratusan juta pelanggan dari sabang sampai merauke. Sebut saja kartu perdana SIMpati, penggunanya diketahui mencapai 57 juta orang. Ditambah dengan pengguna kartu Halo dan kartu As yang jumlahnya juga tidak sedikit, pengguna layanan telkomsel Flash untuk akses data internet, dan terpilih sebagai dealer resmi produk iPhone 3G dan 3Gs, Telkomsel terbukti sebagai perusahaan telekomunikasi terdepan di Indonesia.

Seperti layaknya manusia, tidak terlepas dari kekurangan, pelanggan telkomsel tentu seringkali mengajukan protes jika layanan dari Telkomsel tidak memuaskan mereka seperti ketika jangkauan jaringan dirasa belum sempurna dan ketika sinyal tidak cukup memadai untuk browsing di internet. Namun demikian, Telkomsel terbukti mengutamakan pelanggan dan bersikap profesional dalam menerima kritik dan saran. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya menara pemancar base transceiver station (BTS) yang dibangun oleh Telkomsel sehingga kemudahan layanan 3G, HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) serta HSPA+ (High Speed Packet Access) dapat terjangkau bahkan di kota-kota kecil di Indonesia. Selain itu Telkomsel juga terus meningkatkan layanan dengan tujuan sekarang ini difokuskan kepada LTE dengan kecepatan layanan akses data mencapai 100Mbps. Persaingan yang ketat antara sesama perusahaan telekomunikasi, justru membuat Telkomsel terus menerus lebih tertantang untuk menjadi yang terdepan.

Komunikasi sekarang ini telah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa terlepaskan dari bangsa kita. Ingatkah kita betapa ramahnya bumi pertiwi ini? Budaya timur kita membutuhkan sarana dan fasilitas komunikasi yang berkualitas untuk tetap menjaga silahturahmi diantara keluarga besar negara Indonesia.

Kebutuhan akan komunikasi di segala aspek bidang, mulai dari bisnis dan pekerjaan hingga kehidupan personal, menuntut kita untuk mendapatkan sarana komunikasi yang lebih baik dengan jangkauan yang lebih luas. Pada tahun 2007, Telkomsel telah mampu memfasilitasi sarana komunikasi di Indonesia hingga ke 155 negara di belahan dunia dan memungkinkan terjadinya kerjasama antar negara untuk kemudian menjadikan bangsa Indonesia selangkah lebih maju.

Perkembangan telekomunikasi terus menerus menuju ke arah positif yang membangun bangsa. Tanpa komunikasi yang lancar, hubungan antara 2 pihak tidak akan terjalin dan tanpa komunikasi yang lancar hubungan tersebut tidak akan terjaga. Beruntung kita memiliki layanan telekomunikasi yang kompeten, sehingga cukup via telepon, email, layanan chatting, ataupun video call, negara kita mampu menjalin kerjasama dengan pihak dari negara lain tanpa perlu bertemu secara langsung yang menghabiskan waktu serta biaya.

Dunia tampaknya memang sudah gila bukan?

Komunikasi adalah prinsip dasar seseorang dalam menjalani kehidupannya. Telkomsel ada di Indonesia untuk memfasilitasi semua itu, menjadikan jarak bukan lagi penghalang. Semua terasa begitu dekat, begitu nyata dengan layanan-layanan yang diberikan oleh perusahaan terkemuka dunia ini. Tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, ya, dunia memang sudah gila, dan saya pribadi merasa nyaman dalam kegilaan ini.

Referrer :

http://www.antaranews.com/berita/1271773917/3g-telkomsel-jangkau-seluruh-jatim

http://www.rileks.com/lifestyle/technoz/telco/21589-pelanggan-telkomsel-nambah-19-juta-.html

http://id.wikipedia.org/wiki/3G

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “Begitu dekat, begitu nyata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s