Thermoplastic Starch

  • Apa itu thermoplastic starch?
    • Merupakan produk alami yang materialnya dapat diperbaharui, biodegradable, tidak menghasilkan limbah, tidak mengacaukan siklus CO2 dengan harga yang relative murah
  • Di dunia ini terlalu banyak plastic yang digunakan. Jumlah limbah plastik yang tidak ramah lingkungan di Eropa bagian barat saja mencapai 6,5 Mton /tahun. Karena itu thermoplastic starch ini adalah langkah baru yang sangat dibuthkan sebagai bahan alternative pengganti plastic
  • Berdasarkan studi yang dilakukan di Institute Standard Research (ISR), plastic dapat diuraikan jika :
    • Biodegrade with the same rate as garden waste and paper
    • Leave no persistent

Contohnya :

  1. Tepung jagung → gula → alcohol → bioplastik
  2. Bubuk kayu → selulosis → film pembungkus
  • Tepung yang digunakan adalah poly-α-glukon yaitu suatu polimer yang harganya murah. Bentuknya bisa berupa amilosis, dan bias pula amilopektin. Amilosis adalah polimer linear, sedangkan amylopectin adalah polimer yang bercabang-cabang.
  • Kelebihan dan kekurangan dari struktur thermoplastic starch :
Kelebihan Kekurangan
Rantai fleksibel Sensitif terhadap air
Ikatan yang kuat Membutuhkan lubrikan (polioles yang berguna agar plastik tidak kaku)
Produk alami Mudah rusak
Biodegradable
  • Aplikasinya bisa untuk : kantung sampah yang nantinya menjadi kompos, pot tanaman, film agrikultur, pemakaian kantong sehari-hari, pelindung bibit tanaman, film proteksi pada makanan (O2 barier), dan lain sebagainya
  • Proses yang terjadi melalui 2 langkah utama :
    • 1. Memproduksi pellets dari thermoplastic starch → dilakukan dengan cara mencampurkan polyoles (biasanya gliserol) dan star dalam ekstruder dan pelletize
    • 2. Menggunakan onvention processes untuk membentuk pellet yang nantinya akan dimasukkan ke dalam ekstruder, moulding machine,  atau film blowing equipment.
  • Karena terlalu banyak friksi diantara molekul dibutuhkan lubrikan dengan syarat : lubrikan harus polar, memiliki viskositas yang tinggi, serta memiliki volatility yang rendah. Lubrikan yang memenuhi persyaratan ini adalah gliserol dan sorbitol, namun yang lebih sering digunakan dalam industri adalah gliserol.

Didapat dari kuliah tamu seorang profesor dari Belanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s